Tibalah pada saat yang dinanti-nantikan, yaitu import “granat” dari markas dapur ke lapangan ruang tamu, Ust. Dede Lc yang sudah sejak awal merancang missiu-missiu granatnya Nampak sibuk dengan kawan-kawan. Satu persatu rekan-rekan mahasiswa menyantap lahap bakso granat yang telah dihidangkan, suasaana musim dingin di Negri Musa As ini menambah hidangan terasa lebih lezat, dan sepertinya untuk sementara waktu itu, kami semua lupa dengan sabar dan defenisi serta pengamalannya.
Hikmat, Absil, Huliman, Adam, Abdurrahman, Ramadhon, Ulil, Abu Afnan, Abu Nabila, Abu Abdurrahman, Arysad, dan masih banyak lagi teman-teman yang tidak bisa disebutkan disini yang ikut menghadiri acara meriah tersebut.
Hikmah di balik ini semua:
Mereka yang hadir sebgian besar terdiri dari latar belakang yang amat berbeda, baik itu dari segi asal daerah, keturunan, bahasa, dan ideology yang warna-warni, karena adalah yang selalu disibukkan oleh jadwal belajar dan selalu akrab dengan buku dan kegiatan-kegiatan keilmuan, namun segala perbedaan yang ada tidak menghalangi mereka untuk merajut benang uhkuwwah, karena tali aqidah telah mengikat erat hati-hati mereka, sebagai mana yang telah difirmankan oleh Allah:
‘sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah saudara”
Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq dan I’nayah-NYA kepada semua asset agama(para calon Ulama) serta orang-orang yang memperjuangkan Islam.Amin.Wassalam.
Ditulis oleh : Abudrrahman Yusak

0 komentar:
Posting Komentar