Rabu, 25 November 2009

Kebaikan Adalah Keindahan Yang Memukau



Baik adalah kata yang amat sederhana, ia cocok kepada siapa saja, mudah diterima. Bahkan ia menjadi idaman bagi setiap orang. Sesuai dengan fitrah manusia yang menyukai kebaikan, keberuntungan adalah kata pasti bagi setiap pemilik kebaikan. Di tengah-tengah keluarga, ia pencipta suasana yang penuh kebahagiaan. Terhadap masyarakat ia menjadi panutan, bagi Negara ia merupakan rantai perjuangan yang keberadaanya memberikan makna bagi siapapun yang berada di dekatnya, bahkan di sisi Allah ia mendapat tempat yang diberkati:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi. Kecuali orang yang beriman dan beramal kebaikan. Dan saling berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran”.
Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang kebaikannya tidak tertandingi, bukan hanya para sahabat dan orang-orang muslim saja yang pernah merasakan kebaikannya, bahkan orang kafir sekalipun. Dalam satu riwayat ada seorang kafir yang selama tiga hari berturut-turut meludahi Beliau ketika akan berangkat ke mesjid, pada hari yang ke empat sang kafir tidak lagi meludah karena sakit parah, dengan tanpa diduga-duga ternyata Rasulullah adalah orang yang pertama datang untuk menjenguk peludah tersebut. Lalu dengan tanpa ragu, diapun memeluk agama Islam, karena terharu dengan kebaikan Beliau.Subhanallah, ternyata ada manusia di atas dunia ini yang tidak mengambil “tindak” ketika dijahili. Ya Allah jadikan hati kami seperti hati kekasihMU.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kebaikan itu masih sesuatu yang asing bagi kita, di antaranya:
Syaithon tidak akan pernah mencabut sumpahnya untuk menyesatkan anak adam sampai hari kiamat kelak, dan syaithon tidak menginginkan umat manusia masuk syurga karena amal kebaikan yang mereka lakukan.
1. Belum adanya keinginan yang kuat dari dalam diri untuk menjadi yang terbaik di hadapan Allah SWT.
2. Banayaknya interaksi sosial dengan masyarakat yang masih jauh dari kebaikan agama.
3. Makna kebaikan yang dikaburkan oleh syaithon di mata manusia. Untuk lebih jelasnya lagi mari kita ikuti simulasi di bawah ini:
1. Ketika si Ahmad sering meninggalkan sholat subuh, sering di marah oleh ibunya, bahkan kadang-kadang di pukul.
2. Nancy selalu diberikan mainan yang baru, padahal yang lama masih bagus
Pada peristiwa yang menimpa Ahmad di atas akan membuat ia berfikiran negatif terhadap orang tuanya, dan si Nancy akan beranggapan orang tuanya amat menyayanginya. Begitulah kita dalam kehidupan sehari-hari. Kita akan menganggap orang lain itu baik ketika ia menguntungkan, dan sebaliknya kita akan menganggap orang lain itu jahat ketika ia merugikan. Padahal alat ukur kebaikan itu adalah agama bukan hawa nafsu, sedangkan kunci dari pada kebaikan itu adalah hati. Karena hati orang bisa mulia, dan karena hati orang bisa terhina.
“ketahuilah bahwa di dalam tubuh itu ada segumpal darah, jika darah itu baik maka baik pula amalan tubuhnya, jika darah itu buruk maka buruk pula amalan tubuhnya, ketahuilah bahwa yang dimaksud dengan darah itu adalah hati”.
Pancaran kebaikan hati akan Nampak dari wajah hambaNYA yang senantiasa beramal ibadah dan mencintai kebaikan yang tolak ukurnya adalah Al Qur’an dan As Ssunah.
Dan menjadi fitrah manusia untuk mencintai kebaikan, karena kebaikan adalah keindahan yang memukau.

Oleh Abdurrahman Yusak

Senin, 23 November 2009

Think About Your God



The first, let me say to you wellcome to this News, and special for the moeslim Assalamualaikum, Allah bless you, and then come to me to discuss about the creator of this world, as we know that all of us says "my god is true" "my religion is true"and any others. But now let think to the Allah who has created the everything, Allah say in the holy quran that "if any two god in the world, the world will be finished, it's mean that Allah is only one the true creator of this, Why? this is your question i think, the answer is in the your mind friend's...
you can think it, i believe this, but not try to do false think, be honest to your self, and i believe IF ANY TWO PRESIDENT IN ONE NATION, I MEAN LIKE AMERICA, INDONESIA AND ELSE, THE NATION WILL BE GOING INTO TROUBLE......

Perjalanan Religi Sang Guru


 
Dia adalah Muhammad Abu abdilah Bin Idris Bin Abbas Bin Utsman Bin syafi’ Bin Saib Bin Ubaid Bin Yazid Bin Hasyim Bin Muthalib kakek dari kakek Nabi Muhammad Saw, nasabnya setelah Manaf adalah keluarga Rasulullah Saw, beliau lebih di kenal dunia dengan sebutan imam As-Syafi’i.
                Perjalanan perdana imam As-Syafi’i dimulai ketika beliau baru berumur dua tahun, adapun kota pertama yang beliau tuju adalah kampung halaman Rasulullah Saw yaitu Mekkah Al-Mukarromah. Ketika sampainya di sana, ia melihat di sekeliling ka’bah para Ulama fiqih, Ulama hadits, orang-orang yang ikut nimbrung mendengarkan pengajian, terdiri dari para pengajar dan pelajar, kemudian ia langsung mengambil posisi yang sama mulianya dengan nasab beliau sebagai seorang anak paman Rasulullah Saw. Begitu juga ibunya pernah berpesan persis  sebelum keberangkatan sang imam ke kota Mekkah tentang keturunan mereka, yang pada masa itu memiliki tempat terpandang di mata masyarkat arab, “kamu semestinya seperti keluarga mu, sesungguhnya aku khawatir keturunanmu terkalahkan”. (adab syafi’I wa munaqobah li rozi.hal 21). Pengembaraan si Syafi’i kecil adalah amanat yang mesti ia emban dari ibunya sendiri, agar bisa belajar dengan tekun bersama para pengajar, namun demikian kepergianya hanya berbekal niat yang tulus dan azam yang kuat, dan tidak memiliki banyak bekal, sehingga beliau tidak bisa memberikan apa-apa kepada gurunya sebagai tanda terima kasih, tetapi setelah sang guru melihat sendiri bagaimana kehebatan imam As-Syafi’I dalam menghafal, membuatnya ridha dengan apa yang telah ia ajarkan, seolah sang guru menganggap ketangkasan As-Syafi’i dalam belajar adalah upah pengajaranya. Berkata As-Syafi’i : “ketika aku berada di dekat guru, aku mendengar beliau membacakan seorang bocah ayat Al-Quran, di saat bersamaan aku berupaya untuk mengahafal ayat tersebut…akupun hafal seluruh ayat tersebut secara keseluruhan, setelah itu si guru berkata kepadaku “sesungguhnya tidak pantas bagi mengambil sepersen pun dari mu”. Begitu simpatinya si guru terhadap beliau, di sebabkan oleh kepintaran dan ahklak mulianya yang santun. Setelah belajar Al-Quran biasanya beliau langsung menuju ke Masjidil Haram untuk berdiskusi seputar fiqih dan hadits. Dan beliau menjadikan kulit hewan, pelepah kurma dan punggung onta sebagai sarana menulis pelajaran. Sampai pada umur tujuh tahun beliau  telah hafal  Al-Quran, dan pada umur dua puluh tahun sebelum berangkat menuju kota Madinah untuk belajar kitab muwatho’ kepada imam malik beliau telah menghafalnya terlebih dahulu. (subhanallah).
Merasa kurang akan ilmu yang telah di pelajari, beliaupun berkeinginan untuk menguasai ilmu bahasa plus sastranya, metode yang ia pakai untuk menguasai ilmu tersebut adalah dengan tinggal langsung di Badiah, konon ketika itu terkenal dengan kefasehan bahasa dan banyak terkumpulnya syair-syair yang memiliki nilai sastra tinggi. Di dalam mu’jam  udaba’ masih tersimpan ucapan yang pernah di sampaikan oleh imam, “saya telah hafal Al-Quran pada umur tujuh tahun, dan telah menguasai kitab muwatho’, kemudian setelah itu saya bermukim di pusat tanah Arab untuk mempelajari bahasa mereka, hingga pada ahkirnya saya faham setiap kalimat yang di baca”.
                Beberapa lama setelah tinggal di Badiah  beliau kembali lagi ke Mekkah, di sana ia masih melanjutkan pembelajaran, Syeihk  muslim bin Khalid al-zanji memuji imam Syafi’i “sungguuh Allah telah memuliaknmu di dunia dan ahkirat, kefahaman mu terhadap ilmu fiqih, adalah kebaikan untukmu”.
                Tidak sebatas ilmu-ilmu agama yang beliau pelajari, memanah dan menunggang kuda pun tidak ketinggalan, sehinga beliau terkenal sebagai orang yang selalu tepat sasaran dalam memanah, peristiwa ini bukanlah kegiatan untuk mengisi waktu luang, namun ini semua terancang dari program syar’i yang termaktub di dalam Al-Quran sebagai bentuk aplikasi talaqqi beliau selama ini. 
وأعدوا لهم مااستطعتم من قوة, ومن رباط الخيل ترهبون به عدّو الله وعدوّكم
Penguasaan yang mantap dari apa yang telah di pelajari selama ini memberikan kesan tersendiri di tengah-tengah kalangan ulama Mekkah , hingga mereka mengeluarkan sebuah qoror  buat imam As-Syafi’i bahwa ia telah bisa mengeluarkan fatwa. Bagi imam syafi’i ini bukanlah  sesuatu yang perlu dibangga-banggakan, bahkan ia merasa terjebak di sebuah ruangan sempit untuk menuntut ilmu karena qoror  tadi membuat seolah-olah tidak ada lagi orang yang bisa digurukan. Dari mekkah beliau hijrah ke Madinah, keberangkatannya ke sana tidak lain untuk menambah dan menimba ilmu serta memperdalam kitab muwatho’ langsung bersama pengarangnya yaitu imam malik rahimahullah.
                Rute pengembaraan imam Syafi’I hampir menyamai hijrahnya Rasulullah, dari Mekah ke Madinah lalu kembali ke Mekkah, begitu juga sang imam setelah beberapa lama di Madinah ia kembali ke Mekkah. Dari Mekah terus lanjut ke Yaman, lalu Irak, kembali ke Irak, ke Mekkah lagi, ke Irak lagi, akhirnya beliau memilih tempat hijrah terahkirnya yaitu Negri Al-Azhar El-Syarif negrinya masisir sekarang ini, ampai pada ahkirya beliau syahid fi sabililah. Begitu lah perjalanan religi beliau yang amat sangat berkesan, penyebab pertama beliau menjadi manusia tahan uji, tegar melangkah jauh yaitu bimbingan dan motivasi orang tua sejak dini. (diberagkatkan ke Mekkah sejak umur 2 tahun). Yang kedua kecintaannya terhadap ilmu. Dan ketiga, yang terpenting adalah niat karena Allah Swt. (Man)
    

Islamku Indonesiaku



Terorrist terus memanas, kadang sampai pada tahap frekwensi klimaks, terkadang hilang tanpa jejak namun terus di menerus di “update” tanpa kenal henti, yang paling di sayang kan adalah densus 88 adalah hasil rekomendasi pihak luar yaitu dari Amerika, inilah yang kemaren-kemaren di demo oleh forum ummat Islam di Indonesia. Dalam operasionalnya memberantas terorrist terlalu mendiskriminasikan Islam, sehingga mematikan beberapa point anjuran syaria’t dalam berpenampilan, berdakwah dan lain sebagainya, terlebih lagi pesantren pada saat sekarang ini di anggap sebagai sumber dari munculnya para terrorist, agaknya kita sebagai orang-orang awam terlalu jauh untuk bisa men"setting" islam di Indonesia tercinta, namun bukan berarti kita berlebas tangan dari ini semua, minimal upaya kita dalam memperbaiki agama dan bangsa adalah bermula dari diri pribadi, mudah-mudahan kita menjadikan orang yang seperti di dalam doa rasulullah yaitu menjadi orang yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain.

Dapat kita bayangkan bagai mana sebuah Negara sebahagianya kekeringan, sebahagian yang lain kebanjiran, dilain tempat, kebakaran, gunung meletus, gempa, tsunami, lumpur LEPINDO, perpecahan di kalangan jamaah umat Islam, peperangan antar suku dan kelompok bahkan antar agama. Data media sudah kenyang dengan berita-berita yang seperti ini, dan belum lagi berita kriminal di BUSER dan lain-lain, tedrlebih lagi aneka penyakit yang mematikan baru-baru ini mucul diberbagai belahan dunia tidak terkecuali Indonesia, seperti flu burung, fle babi, setelah sekian lama telah munculnya penyakit HIV dan masih banyak menyebar di saat sekarang ini, tidak dapat di ramalkan entah flu apalagi yang bakal muncul dimasa mendatang, hanya Allah yang maha tahu, itu semua hampir tidak pernah berhenti bagai air sungai yang mengalir, terus-menerus, jika di bendungpun suatu saat semakin membesar dan menghacurkan apa saja yang menahan.

Merupakan lahan renungan bagi kita atas apa yang menimpa INDONESIA tercinta,salah satunya adalah cobaan bagi kita yang beriman, sebab Allah sudah berpesan terlebih dahulu “takutilah olehmu cobaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zolim saja” artinya Allah menyeru agar menebarkan kebaikan dimanapun berada dan mencegah siapapun yang berbuat maksiat, jika tidak ingin mendapat musibah, sebab musibah bagi orang-orang yang zalim juga dirasakan siapapun yang berada di sekitarnya.
Terakhir pesan Allah Swt.
kami tidak akan menurunkan bala’ bagi kampong manapun, kecuali jika penduduknya telah berbuat zhalim”


My Letter For INDONESIA



"Seluruh orang muslim itu bagaikan bangunan yang amat kokoh" begitulah yang pernah disampaikan oleh Rasulullah Saw dahulu, sekarang mari kita lihat lebih dekat makna apa yang terkandung didalamnya, sebab intisari hadits ini merupakan kebutuhan "pokok" muslim Indonesia, jika tidak di konsumsi dalam konteks makna filosofis sebuah bangunan, maka kita akan kelaparan, tidak ada bahan "pangan" bagi rohani umat, akhirnya "kanibalisme sosial"..,dan seterusnya.

Sesuatu yang ingin kita dapat dari bangunan itu adalah kekokohanya, sebuah hikmah yang mengajarkan kepada kita umat islam Indonesia, bagaimana itu bisa terjadi? jawaban utamanya adalah kesatuan dan saling menyatu. sebuah rumah tidak akan jadi atau kelihatan rancu, jika ada satu bahan saja yang tidak lengkap, kemudian keberadaan bahan-bahan tersebut juga tidak berarti, jika tidak di fungsikan sebagaimana mestinya. Tidak ubahnya seperti sampah yang berserakan karena tidak tersusun, begitu juga kita selaku umat islam Indonesia, yang bahan bangunanya sudah lengkap alhamdulilah, kita punya banyak ulama, orang-orang yang bergerak di pemerintahanpun adalah orang-orang islam, rumah Allah di mana-mana, jumlah umat islam di banding yang lainpun subhanallah sekali, namun sayang bahan-bahan itu semua belum dalam bentuk bangunan, ketahuilah saudara ku, mungkin tulisan ini, situs islamisews ini dan elemen-elemen islamic lainya adalah hanya berupa sebuah paku, namun dengan tidak di fungsikanya sebuah paku tadi, betapa akan muncul kekurangan dan ketidak lengkapan bangunan tersebut.

Yang paling berharga dari ini semua adalah bagaimana jenis bahan bangunan yang berbeda saling menguatkan dan membantu, kaca, semen, besi, papan dll. ini artinya kita yang berada dalam sebuah kelompok harus bisa membuka hati, bersilaturrahmi dengan kelompok lainya, maksudnya di sini adalah silaturahmi antar hati pribadi sebagai saudara sekadung dalam rahim islam, karena Allah lah yang telah mempersaudarakan kita "sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara" karena hal yang terpenting adalah lihat label islamnya jangan lihat yang lain. seperti yang kita lihat banyak kelompok-kelompok, ormas-ormas islam yang memperjuangkan Islam, namun tetap suara mereka tidak terdengar, kenapa? karena mereka berada dalam lingkaran yang sangat kecil, mereka di penjara oleh aneka tembok. Seorang ulama Mesir pernah mengatakan bahwa ada tiga sebab yang menjadikan umat itu lemah dan mudah di patahkan, salah satunya adalah kebodohan mereka terhadap sejarah islam.
Terakhir, pelajaran apilkatif dalam tulisan amat sederhana ini adalah, kekalkan pandangan pribadi secara positif kepada seluruh muslim manapun, karena ini merupakan langkah awal menuju persatuan guna menyambut kemenangan Islam.

Silahkan anda tulis dalam bentuk analisa dengan tema sebab tidak bersatunya kelompok islam di Indonesia. Kirimkan ke: man_araby1984@yahoo.com


Adalah sebuah kebenaran,bahwa Al Qur'an dan intisari ajaran islam selalu berkesuaian disetiap zaman dengan segala perkembangannya karena Allah maha tahu segala "kode etik" kehidupan di dunia. Kombinasi ilmunya yang maha luas tiada batas dengan kemaha adilan, menjadikan kalam-Nya sumber utama hukum yang berlaku di dunia "Yang tidak berhukum kepada Al Quran maka merekalah orang-orang yang zholim". Namun adalah sebuah kemestian untuk melahirkan kaidah yang bisa menjaga kemurnian referensi hukum islam, yang kami maksud di sini adalah penyesuaian hukum di atas, zamanlah yang disesuaikan dengan Al Qur'an dan bukan sebaliknya, yaitu Al Qur'an yang disesuaikan dengan perkembangan zaman,dalam rangka menyebarkan ajaran islam lewat media televisi,cetak, informasi dan lain-lain. Artinya ajaran islam yang terkandung di dalam Al Qur'an dan sunnah adalah baku dan laku disetiap zaman,sehingga tidak membutuhkan perubahan apapun di dalamnya untuk dicocokkan dengan masa-masa sekarang ini dan masa selanjutnya. Seperti sinetron-sinetron Islami yang berkembang dewasa ini, ingin mengajarkan cara hidup Islami, berakhlak mulia, dan taat beragama, ini semua adalah tujuan mulia yang perlu didukung sepenuhnya, tapi ada beberapa hal penting yang harus diketahui oleh produser dan elemen lainya yang terkait dengan pembuatan film tersebut jika mereka benar-benar ikhlas dalam niat dan tujuan, yaitu:

1.Naskah dan cerita yang terkandung di dalam film tersebut jelas-jelas fiktif belaka.
Ini sama saja dengan berbohong, jika ingin kebaikan maka sampaikanlah kebenaran itu dengan kebenaran dengan kejujuran, Rasulullah sendiri dalam bercanda saja jujur apalagi dalam hal agama.Pernah seorang nenek-nenek bertanya "wahai Rasullah, bisakah saya masuk syurga" dengan tersenuym beliau menjawab, "tidak" nenek tersebut langsung menitikkan air matanya karena sedih, lantas tidak berapa lama rasullah berkata lagi, bukankah Allah berfirman yang masuk syurga itu mereka di mudakan kembali dengan wajah rupawan, makanaya tidak ada nenek-nenek, perempuan tua itu pun senyum dan merasa senang.
kemudian di dalam ilmu hadits, kita temui banyak perbedaan Ulama tentang hadits dhoif (lemah) karena isi atau periwayatnya, di antara mereka ada yang membolehkan tapi tidak untuk hukum, adalagi yang mengharamkan dll,
tapi kalau hadits maudu' (palsu), jumhur Ulama sepakat bahwa hukumnya haram, sebab nabi bernah berpesan yang berbohong dengan mengatas namakan aku maka tempat duduknya di api neraka. Sekarang kita lihat dalam cerita film, di dalamnya pesan islami yang isi ceritanya dibuat-buat dan hasil inspirasi seseorang, dan yang paling penting adalah bentuk pesan tersebut sama sekali jauh dari kemurnian syariat.Naudzubillah.
2.Beberapa kesalahan besar di film PPT
Satu contoh dari sekian film Islam yang berkembang.Kita tahu bagaimana film"Wanita Berkalung Sorban" dari ceritanya bisa kita analisa beberapa kemungkinan yang ada di balik itu semua, antara lain, sutradara yang tidak faham agama, atau memang sudah di rancang untuk menjelekkan Islam, atau karana materi rela mengorbankan islam atau bisa jadi lembaga keagaaman pemerintah yang kurang perhatian terhadap isi dari film-film yang mengaku Islami tersebut, kita tidak tahu pasti namun yang jelas film seperti tidak sedikitpun memberikan efek positif terhadap islam.Dan banyak film lainya.

Sekarang mari kita lihat lebih dekat PPT yang kemaren-kemaren ini di agung-agungkan.Pertama alhamdulilah film ini menampilkan busana muslimah yang menutup aurat, tapi juga menampilkan perempuan yang tidak berjilbab dan auratnya terbuka (istri Asrul) astagfirullah. Selanjtunya dalam film ini sering menampilkan khalwat, bincang antara laki-laki dan perempuan tanpa di temani muhrim, padahal Rasulullah melarang hal tersebut, dan juga pak jalal yang bersedih hati ketika para orang miskin mulai berepenghasilan, sehingga ia kebingungan dalam beribadah lewat infaq, padahal hadits Nabi dalam kitab Arbain Annawawi menjelaskan bahwa jalan menuju kebaikan itu amat sangat banyak dan luas sekali, jadi lahan ibadah itu bukan harta infaq saja, maka kekesalan pak jalal tidak pantas dan sangat salah, seharusnya ia bersyukkur para tetangganya diberi rezeki oleh Allah.Kemudian pak buta ketika melamar pekerjaan lalu di tolak oleh azzam lalu ia berkata kasihan Allah, lalu ditanya kenapa demikian ia menjawab karena aku adalah titipan Allah dan titipanya tidak laku maka kasihan Allah. Azzam dan Arya terharu lalu menerma langsung lamaranya, sebenarnya hanya orang-orang bodohlah yang terharu akan hal tersebut, karena Allah maha kaya, Dia tidak perlu dikasihani. dan Dia maha segalamaya tidak tergantung kepada siaapapun, yang patut di kasihani itu adalah bapak yang buta tersebut, buta dan di tolak lamaranya, lagi pula dia hanya memakai nama Allah untuk kepentingan pribadi, toh kalau benar-benar kasihan dia tidak bisa berbuat apa-apa buat Allah dan Allah pun tidak membutuhkan, dan dan banyak lagi hal lainya yang menti kita koreksi dan luruskan, mudah-mudahan Allah berikan petunjuk kepada mereka yang di berikan kesempatan untuk bisa berbuat banyak khusunya bagi para direktur utama chanel swasta, mereka para pemerintah.

3.sebenarnya saya tidak perlu menuliskan kesalahan-kesalahan di atas mengenai PPT dan film lainya.
Sebab langkah pertama yang diambil oleh mereka sudah cukup untuk dijadikan hujjah, agar pembuatan film tersebut tidak benar menurut Islam, yaitu isi cerita yang fiktif atau bohong belaka. Jika sinetron-sinetron yang bertemakan Islam saja demikian lalu bagaimana dengan sinetron yang lain?saya rasa jawabanya sudah ada pada iman anda masing-masing.

4.Bukan materi tapi nilai perjuangan, Al Kahfi, adalah film islami yang benar-benar memberikan nilai super positif bagi islam.
baik itu secara penyebaran syariat ataupun contoh bagi lembaga perfileman untuk bisa di jadikan tolak ukur nilai sebuah film yang bisa diterima oleh syariat. ada banyak pelajaran yang amat berharga dari film ini, yang pertama adalah, adanya dana pribadi dari donatur untuk melahirkan film ini, sebab kebanyakan film seperti ini belum dikenal sehingga nelum ada sponsor yang tertarik. Kedua, yang organ yang paling penting adalah, ide cerita didalamnya adalah, kisah nyata dan kebenaran yang bersumber dari yang Maha Benar yaitu Al Qura'n, menceritakan para pemuda yang ada kesempatan untuk bisa menikmati syurga dunia dari raja Romawi, karena mereka adalah para Pembesar Romawi, namun rela menggatikanya dengan keagungan tauhid terhadap Allah.(untuk lebih jelas lagi silahkan lihat langsung skenarionya di dalam surat Al Kahfi). Ketiga, jalannya film ini benar-benar sesuai syariat, ini bisa kita lihat, tidak adanya seorang perempuanpun yang buka jilbab meskipun sendirian didalam rumah, karena pada hakikatnya ia bukanlah sendirian, ada banyak para penyunting ganbar berada di dekatnya dan para penonton, kemudian tidak adanya bersentuhan antara laki-laki dan perempuan di dalam adegan film ini karena pada hakikatnya mereka bukanlah suami istri yang sah. Dan bnayak lagi hal lain yang bisa kita jadikan pelajaran, mudah-mudahan mereka yang memiliki kemampuan untuk berbuat bisa membaca tulisan ini dengan hati dan iman. karena jika Allah berkehendak tidak ada yang mustahil baginya untuk bisa dilakukan.

Minggu, 22 November 2009

Panduan Hidup Berjamaa'h



Pondasi pertama yang harus dibangun dalam konsep panduan ini adalah, makna ayat yang termaktub di dalam tafsir Ibnu Katsir, bahwa Allah memerintahkan kepada para penyembah-Nya agar menghayati al-Qur'an, dan melarang mereka untuk menetang, serta hendaknya memahami makna yang penuh hikmah di setiap rangkaian katanya yang agung.

Kemudian Allah juga memberitakan manusia lewat firman-Nya agar tidak bertentangan tentang isi al- Qur'an, karena sesungguhnya al- Qur'an merupakan kebenaran yang bersumber dari yang maha benar. “Apakah mereka itu tidak menghayati (mendalami) Al-Qur'an? Sekiranya (Al-Qur'an) itu bukan dari Allah pastilah mereka itu menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya”.(QS : an-Nisa' 82).
Semenjak 1400 tahun berlalu, Allah telah menantang para kaum musyrik dan munafiq tentang kebenaran al-Qur'an, namun hingga saat ini belum ada keterangan yang menunjukkan bahwa al-Quran berseberangan dengan kebenaran fakta ilmiah apalagi yang berkaitan dengan kesalahan susunan tata bahasa seperti halnya kitab suci agama lain.
Kondisi zaman sekarang menceritakan kepada kita bahwa, Pertentangan, perselisihan, perbedaan pendapat, menjadi faktor utama dalam perpecahan, namun pada dasarnya perbedaan cara pandang bukanlah penyebab yang sebenarnya dalam perpecahan, pada masa hidupnya Nabi-pun, perbedaan sering terjadi, namun indikasinya bukanlah, "saling melempar" dan saling-saling lainnya dalam makna negativ, namun mereka menanggapinya secara bijak dan berjiwa besar. Ada sebuah konsep dasar yang menjadikan mereka seperti ini, Ketika Abu Bakar dan Umar bin Khattab berselisih tentang tindak lanjut tawanan perang badar, Umar berpendapat agar mereka dibunuh sedangkan Abu Bakar berpendapat agar mereka dilepaskan dengan tebusan, namun ketika Allah menentukan aturan, mereka tidak mengeluarkan kalimat apapun kecuali sami'na wa atho'na.Orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. mereka Itulah orang-orang yang Telah diberi Allah petunjuk dan mereka Itulah orang-orang yang mempunyai akal”.(QS.az –Zumar : 18) " “Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja)”(QS. Al-Maidah : 48)
Ayat ini tidak sedang berbicara tentang "kebebasan" yang dituhan-tuhankan oleh kaum pecinta dunia, tapi ayat ini merupakan informasi penting bagi umat islam agar bisa saling tolong-menolong, bekerja sama dalam perbedaan warna persepsi. Kalau islam mengajarkan agar bertoleransi kepada agama lain, bagaimana dengan kita sesama islam?Catatan penting bagi setiap umat islam, bahwa tolerasi dan saling memahami satu dan yang lainya menjadi acuan bagi kita agar terwujudnya satu kesatuan, tentunya selama tidak merusak akar agama yang berpedoman kepada kaidah-kaidah usul tauhid, jika kita telah sampai pada tingkat ini, maka umatan wahidah akan muncul kembali, dalam arti kata tidak mesti terjaring dalam sebuah lingkaran tertentu, namun mereka diikat dengan tali persaudaraan islam, serta bagi-bagi tugas walaupun dari posisi yang terpisah, karena sesungguhnya setiap yang beriman adalah saudara, dan persaudaraan yang kuat ini tidak mudah renggang begitu saja hanya karena hal yang tidak logis untuk dijadikan alasan "saling menjauh"
Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq ketika baru menjabat sebagai khalifah, berpesan kepada seluruh umat islam ketika itu, agar patuh dan tunduk kepadanya selama tidak bertentangan dengan al-Quran dan sunnah.
Tidak ada keraguan lagi bahwa al-Qur'an adalah panduan hidup umat manusia, jika terjadi perdebatan maka kepada Allah dan Rasul-Nya tempat mengadu. Tapi mengapa sejarah mencatat bahwa perang saudara bisa saja terjadi padahal mereka sama-sama merujuk kepada al-Quran?? Kembalikan pertanyaan ini kepada nurani umat, karena hasil interaksi hati dan pemikiran yang benar dengan al Qura'n tidak akan pernah merubah apa yang telah diprediksikan oleh al Qura'n. “Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan rasulNYA dan peminpin dari kalian, jika kalian berselisih akan sesuatu, kembalikanlah kepada Allah dan rasulNYA, jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir yang demikian itu sebaik-baik dan sebagus pengertian”.(QS. an-Nisa:59) .
Abu rahmah

Amar Ma'ruf Nahi Mungkar



Dari Abi Walid Ubadah bin Shomit semoga ALLAH meredhoinya, ia berkata : "kami telah membaia't Rasulullah Saw agar selalu taat dalam kondisi apapun, susah, senang, suka ataupun tidak suka, walaupun mencuri keuntungan dari kami, bahwa kami tidak akan berdebat dengan orang yang ahli dalam bidangnya, kecuali jika melihat kekufuran yang nyata dan kami memiliki hujjah, dan kami berjanji untuk selalu mengatakan yang benar dimanapun kami berada, hanya karena Allahlah kami tidak takut akan cercaan orang-orang.(muttafaq alaih)


Petikan Pertama :
Para sahabat menyatakan komitmen mereka di hadapan Rasullah untuk selalu taat kepada para pemimpin walaupun berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan, yaitu dalam keadaan ekonomi yang sempit, dalam keadaan tidak menyukai arahanya, dan juga taat kepada pemimpin sekalipun mereka terlena dengan kehidupan duniawi karena telah banyak bekerja untuk rakyat. karena ini adalah perintah "Atasan utama" Allah Swt "taatilah Allah dan Rasulnya dan para pemimpin kamu".
Namun itu bukan itu bukan berarti peluang bagi pemimpin untuk bertindak semena-mena, karena tiap gerak kehidupan ini ada "kode etiknya" Allah yang telah menciptakan bumi berikut isinya ini, tentu lebih maha tahu apa yang semestinya bagi setiap mahluk yang ada di dalamnya.
Abu Bakkar As-Siddiq memberikan jalur resmi menurut islam bagi rakyat untuk bergerak, melalui perkataan beliau ketika baru terpilih sebagai pemimpin: " taati aku selama aku taat kepada Allah, dan aku lepaskan kewajiban kalian utnuk taat kepadaku jika aku berbuat maksiat terhadap Allah". logikanya adalah kenapa kita harus taat kepada pemimpin sedangkan ia bermasalah terhadap "pemimpin utama" dari sekalian pemimpin. dialah Allah yang mesti paling di taati.
Alangkah langkanya sosok pemimpin seperti halnya Abu Bakkar semoga Allah meredhoinya.

Petikan Kedua :
Ada tiga  syarat yang membolehkan kita mendebat pemimpin itu  :
1.Jika kita melihat mereka telah benar-benar, tanpa di ikuti persangkaan yang jelek.
2.Kejahatan mereka adalah bersifat kufur bukan fasiq.
3.Bentuk kekafiran mereka adalah nyata.
4.kita memiliki bukti atau burhan, dalam artian lain kita memiliki data lengakap dan valid mengenai kekafiranya.

Kesimpulan :
Ketentraman, kedamaian, kenyamanya adalah milik dan hak sesama, dan itu semua bisa terbentuk karena ada kebersamaan, jika ada beberapa elemen yang tidak mengindahkan aba-aba yang telah ada, maka itu semua akan menjau dari kita.

Kesalahan yang sangat fatal bagi setiap yang di pimpin untuk bertindak semena-mena dalam berbuat sesuatu yang bisa merugikan masyarakat umum untuk mendapatkan yang di inginkan.

Abu Bakkar adalah sosok pemimpin yang kita rindukan untuk hadir kembali, "menjelma" ke setiap pemimpin2 islam di seluruh dunia.amin.

oleh : abduh
riyadhusholihin hadits 186 hal 472

Titik Ketuhanan Dalam Otak Manusia



Seorang pecinta dunia dia akan mengatakan bahwa kebahagiaan tergantung sedikit banyaknya harta, jika hartanya sedikit maka kebahagiaanyapun sedikit dan begitu seterusnya, seorang pecinta dunia juga beranggapan bahwa kebebasan berbuat apapun tanpa batas adalah sesuatu yang bisa dikaitkan dengan kebahagiaan, seorang pecinta dunia juga percaya bahwa hidup tanpa ada yang mendikte serta mengatur merupakan bahagian dari kebahagiaan, karena dengan ini semua mereka bisa melakukan apa yang mereka senangi sehingga menimbulkan rasa bahagia dan kepuasaan.

Yang patut kita sadari bahwa semua itu adalah anggapan,asumsi, serta persepsinya seseorang yang tidak memahami kebahagiaan yang sebenarnya, kenapa saya katakan demikian? Karena kebahagiaan yang menurut mereka itu adalah bersifat sementara dan tidak cukup untuk memenuhi ruang batin manusia, sebab dunia berikut isinya di ciptakan oleh allah adalah sesuatu yang di butuhkan oleh manusia secara fisik, air dugunakan untuk minum, membersihkan badan, menyiram tanaman dan sebagainya, rumah untuk berteduh , tidur dan lain sebagainya, tapi ini semua tidak senyawa dengan batin kita manusia (dan semuanya itu adalah perhiasan dunia, sedangkan allah memiliki sebaik-baik tempat)ali imran.

Jadi dimana letak kebahagiaan itu? Pada hakikatnya ia ada pada setiap otak manusia yang di kenal dengan istilah god spot atau titik tuhan, tetapi tidak semua orang bisa menikmatinya, para penikmatnya adalah yang mampu mengaktifkan god spot tersebut, yaitu dengan beribadah secara itnensif dan dengan hati yang ikklas, jika ini dilakukan sesuai prosedur, maka insya Allah apa yang kita lakukan dan dalam kondisi apapun, bahagia akan tetap menyertai, logisnya seperti ini, bahwa Allah yang menciptakan segala sesuatu termasuk rasa, jika kita berhasil pdkt dengan Allah maka DIA akan berikan apapun kepada kita termasuk rasa bahagia.

Ada kisah sederhana yang menarik untuk kita ambil hikmahnya, sesorang bernama fulan, dia sangat suka menolong orang lain, orang membutuhkan dia hadir memberikan, orang kesusahan dia hadir sebagai teman, orang kehilangan dia juga merasakan, namun semuanya itu tidak membuat dia tidak merasa puas dengan apa yang telah dia lakukan, setelah di fikir kembali ternyata semua itu tidak dihiasi niat karena Allah, semua itu hanya karena atas nama sosial.

Jadi jelas bahwa segala sesuatu yang dilakukan karena Allah makan akan menjadi sesuatu yang amat berharga bagi si pelaku, terutama pahala dari Allah Swt, satu hal yang tidak boleh di lalaikan dan peringatan keras bagi muslim manapun untuk tidak meninggalkanya yaitu selamatkan diri dari azab Allah dengan media ibadah.

Jumat, 20 November 2009






Rekomendasi tim delapan yang diajukan kepada Presiden adalah salah satu jawaban dari ketidak fahaman kita terhadap kasus femomena Kaporli vs KPK. SBY yang sekarang telah menelan buah simalakama, harus mengambil langkah untuk kepentingan umum atau pribadi, apakah harus mempertahankan kebenaran walaupun pahit karena telah terlanjur terlibat dengan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dimasa silam


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didesak untuk segera merespons rekomendasi yang telah diberikan oleh Tim Delapan. Langkah-langkah konkret ini diperlukan karena Presiden sendiri yang telah membentuk lembaga ini sehingga harus ada pertanggungjawaban kepada publik.

“Presiden harus segera memberikan tindakan konkret setelah menerima rekomendasi Tim Delapan. Publik pun berhak tahu. Kerja Tim ini juga untuk publik bukan hanya untuk Presiden,” kata Direktur Manajerial Imparsial, Rusdi Marpaung, di Kantor Imparsial, Rabu (11/11).

Rusdi menilai, sejak diserahkannya laporan Tim Delapan, hingga kini belum ada langkah konkret Presiden SBY yang bisa memenuhi rasa keadilan masyarakat terkait proses hukum terhadap dua Pimpinan KPK (nonaktif), Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto.

“Sejauh ini belum ada langkah-langkah yang betul-betul konkret. Masyarakat pun bisa semakin tidak percaya dengan keseriusan pemerintah menangani kasus ini,” ungkapnya.

Padahal, kata Rusdi, kondisi saat ini terkait kisruh lembaga penegak hukum di Indonesia bisa dikategorikan sebagai situasi darurat keadilan di mana diperlukan peran langsung Presiden untuk menghentikan polemik yang tak kunjung mereda. “Kami mendesak Presiden SBY untuk melakukan tindakan extraordinary, meliputi pergantian pucuk pimpinan kejaksaan dan kepolisian dan evaluasi posisi strategis kedua institusi tersebut,” tegasnya.
kembangapi kembangapi kembangapi